“Hidupku selalu dipenuhi penderitaan, dan aku ingin Tuhan membuatku bisa menikmati penderitaan dengan penuh hikmat dan sukacita…!”

DAFTAR LAGU CIPTAAN B. MARADA HUTAGALUNG,S.Th


Daftar Lagu Ciptaan

Ini merupakan link-link dari semua lagu, ciptaan B. Marada Hutagalung, S.Th, sekaligus menjelaskan secara singkat mengenai keterangan lagu-lagu tersebut. Beberapa lagu juga disertai musik berformat *.Mid.

Sebenarnya sudah banyak lagu yang saya (B. Marada Hutagalung) ciptakan namun tidak semua saya tampilkan dikarenakan oleh berbagai hal. Namun dalam menciptakan lagu, masih banyak kelemahan saya, dan banyak kendala yang dapat membuat saya untuk tidak membuat lagu. Memang di dalam membuat lagu harus ada dukungan dari berbagai pihak termasuk orang tua.

Banyak lagu yang saya ciptakan namun belum ada satu pun yang direkam secara langsung oleh perusahaan musik apa saja, kecuali lagu yang saya rekam sendiri. Kendati demikian itu tidak mengurangi saya untuk menciptakan lagu.

Lagu-lagu tersebut bukanlah hasil ciplakan atau tiruan dari lagu orang-orang lain, melainkan asli hasil karya saya sendiri yang diinspirasikan dari berbagai pengalaman pribadi atau situasi yang terjadi.  Dan bilamana lagu-lagu ini  diaransemen ulang mohon dikonfirmasi izin saudara/i kepada yang bersangkutan (klik profile : http://maradagv.multiply.com/profile).

Sebagai catatan, untuk membuka situs ini gunakan aplikasi Browser Mozilla FireFox, SeaMonkey, Flock, Internet Explorer Versi Baru. Untuk membuka link-linknya gunakan klik kanan pada salah satu link untuk membukanya / mengambilnya (downloadnya).

Semua daftar lagu yang diciptakan oleh B. Marada Hutagalung secara rinci telah dipublikasikan pada sebuah situs khusus yakni : klik http://maradagv.blogspot.com

Ikuti terus perkembangan situs tersebut, karena situs khusus tersebut akan di-Update apabila ada pertambahan lagu atau perubahan lagu.

B. Marada Hutagalung

http://maradagv.multiply.com

http://maradagv.wordpress.com

http://maradahtgalung.blogspot.com

Bookmark and Share

Promosi PC dan LapTop [Alnect Komputer]



Promosi PC dan LapTop [Alnect Komputer]



Komputer dan LapTop (NoteBook) sudah merupakan kebutuhan penting bagi kita terutama dalam bidang perkantoran, jaringan internet, multimedia, dan lain sebagainya. Dalam hal ini Alnect adalah Toko Online telah menyediakan berbagai macam komputer PC, Laptop, Gadget, dan lain-lain untuk anda.

Namun dalam hal ini saya hanya bisa mempromosikan dua jenis produk yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk anda.

1. Paket Home & Office Version 3.0 [Alnect komputer]

Komputer yang penggunaanya cocok untuk kalangan rumahan, dunia pendidikan, kantor, usaha kecil maupun menengah. Komputer ini juga bisa digunakan untuk aplikasi multimedia dan grafik ringan. Dengan basis prosesor Core 2 Duo dari Intel menghasilkan performa lebih baik.


Dengan spesifikasi :

Harga masih bisa dijangkau, jika anda berminat silahkan kunjungi situs http://www.alnect.net kebutuhan anda akan terkabul.


2. Netbook Advan Vanbook A1N70T [Alnect komputer]

Netbook keluaran advan dengan mengusung performa dari prosesor Atom keluaran Intel berasitektur 45nm . Lebih hemat daya dalam penggunaan baterainya. Performa yang cukup baik ditunjukkan netbook ini. Dengan berat hanya 1,2Kg netbook ini cukup mudah dibawa kemanapun Anda menginginkannya.


Dengan Spesifikasi :

Produk yang satu sangat membantu anda serta tidak merepotkan. Harga masih bisa dijangkau, jika anda berminat silahkan kunjungi situs http://www.alnect.net kebutuhan anda akan terkabul.
Alnect computer Blog Contest
Dipromosikan oleh : B. Marada Hutagalung
Bookmark and Share

Suka dan Dukaku Selama Prajabatan CPNS di Medan


Suka dan Dukaku Selama Prajabatan CPNS di Medan

>> Klik di sini untuk melihat Photo Album

Prajabatan adalah merupakan jalan utama menuju PNS 100%, dan wajib diambil oleh setiap orang yang sudah menjadi CPNS (PNS 80%). Maka dengan demikian saya pun ikut ambil bagian agar bisa memenuhi syarat untuk menjadi PNS 100%. Tanpa prajabatan kita tidak akan bisa mendapatkan gaji PNS 100% dan juga tidak bisa naik golongan/pangkat (apalagi naik jabatan).

 

Saya berangkat pada hari Selasa, 28 April 2009 dengan naik Bus KBT sekitar pukul 16.15 WIB,tiba di Medan sekitar pukul 23.00 WIB (berhenti di Ramayana Plaza, Pringgan) dan dijemput adikku yang laki-laki, serta menginap di kosnya di Pringgan. Besoknya sekitar pukul 09.34 WIB, saya dan adik saya berangkat menuju asrama Diklat Prajabatan (di SLB-E Negeri Medan, Jl. Karya Ujung Medan), sampai di sana sekitar pukul 12.00 WIB. Kami sempat bingung di mana tempat asrama tersebut, namun akhirnya sampai juga dengan bertanya ke beberapa orang.

 

Pembukaan dan pembelajaran di mulai pada hari Kamis, 30 April 2009 dan pada hari-hari berikutnya juga dilakukan kegiatan Prajabatan, kecuali tanggal 09 Mei 2009 (Sabtu) dan juga setiap hari Minggu. Kegiatan dilakukan sekitar 3 Minggu.

 

Banyak hal-hal aneh dan unik saya alami dan saya temui selama saya mengikuti kegiatan tersebut. Selama itu juga saya mengalami duka yang beruntun, pada :

Senin, 04 Mei 2009 : Kekasih meminta putus (padahal tanggal 03 Mei 2009 masih bermesraan).

 

Selasa, 05 Mei 2009 : saya tergelincir di tangga sewaktu saya hendak turun ke bawah, kala itu memang sedang hujan.

 

Rabu, 06 Mei 2009 : Rokok saya bisa hilang sewaktu saya meletakkannya di lantai kaki lima ruang kelas Seni Musik SLB, padahal penuh masih isinya.

 

Kamis, 07 Mei 2009 : di saing hari Buku bahan materi pembelajaran hilan; pada malam hari setelah selesai pembelajaran sekitar pukul 10.00 WIB, langsung ke kamar kemudian ke kantin, saya meletakkan HP (Nokia N1650) di samping saya, lengkap dengan tempatnya. Seketika itu saya meminta teh manis ke pada si empunya kantin. Kemudian saya berniat mengambil HP saya, ternyata sudah tidak di situ. Akhirnya saya melaporkan kejadian itu ke panitia penyelenggara. Dan selanjutnya langsung dilakukan razia ke setiap kamar pria golongan II, namun tidak ditemukan juga dan hal itu memang membuat mereka kesal.

 

Jumat, 08 Mei 2009 : tangan saya kena api ketika saya dan teman-teman akan makan bersama. Di saat itu memang sudah malam dan arus listrik padam sehingga panitia menggunakan lilin untuk menerangi ruang makan, dan di saat itu juga ketika saya mengambil makanan, tissue yang ada di tangan saya mengenai lilin dan hampir membakar tangan kanan saya. Untunglah tidak luka bakar meski memang sangat menyakitkan.

 

Sabtu, 09 Mei 2009 : uang saya bawa tidak begitu banyak akhirnya menipis akibat harus beli HP bekas (Nokia 2630) dan mengaktifkan kembali nomor yang hilang tersebut. Dan di situ saya kena ocehan teman-teman karena tidak mentraktir mereka serta juga tidak ikut belanja. Apa boleh buat uang tinggal ongkos pulang dan oleh-oleh yang tidak seberapa buat keluarga dan teman-teman yang ada di Tarutung, maka saya harus menghemat uang tersebut dengan baik.

 

Di samping itu, saya juga terkadang bosan yang terus-menerus belajar sampai malam, dan menu makanan itu-itu saja.

 

Pada tanggal 08 Mei 2009, saya bertemu teman lama ikut prajabatan golongan III. Namun entah kenapa tiba-tiba saya cemburu ketika dia berjalan bersama teman saya. Apakah saya jatuh cinta? Mungkin! Yang lebih menyakitkan lagi, ke mana saya duduk ke situ juga mereka duduk. Wah, menambah sakit hati saja. Hampir setiap hari saya melihat mereka berdua selalu bersama apabila kegiatan prajabatan tidak ada. Di samping itu saya masih teringat dengan mantan kekasih saya meski tidak lagi berhubungan.

 

Sukacita juga saya rasakan selama itu, di mana saya mendapat banyak teman-teman dari berbagai daerah : Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kota Padang Sidempuan, dan Kabupaten Tapanuli Utara; seluruhnya 120 orang). Teman-teman saya itu ada yang unik, jutek, baik, dan terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan, ilmu, status, agama, dll.

 

He…he…he…., yang lucu dan anehnya teman-temanku semuanya rata-rata unik. Satu hal lagi, saya sempat jatuh cinta pada seorang gadis yang usianya lebih muda dari sana. Yah…, karena dia tidak seagama dengan saya maka saya pun tidak melanjutkannya (tak apalah, karena tanggung jawab dan pengorbanan harus besar dan butuh keseriusan, makanya tidak saya lanjutkan), apalagi saya masih sayang saya mantan kekasih saya.

 

Sukacita yang paling indah saya rasakan adalah HP saya yang hilang itu kembali ke tangan saya meski tidak lengkap dengan tempatnya (Senin, 11 Mei 2009). Rasanya seperti mimpi dan kuanggap itu sebagai mukzijat dari Tuhan. Dan memang sejak HP itu hilang saya memang terus-menerus berdoa kepada Tuhan agar orang yang mengambil HP tersebut sadar akan apa yang telah diperbuatnya, saya mendoakan dia agar diberkati Tuhan. Saya merelakan kehilangan HP tersebut meski sudah membuat hati saya kesal. Awalnya saya dipanggil untuk melapor ke panitia. Saya merasa takut kesalahan apa yang saya lakukan ketika dipanggil, namun akhirnya saya menuruti perintah tersebut dan ternyata saya tidak melakukan kesalahan, melainkan panitia menemukan HP saya dan memberikannya kepada saya.

 

Akhirnya saya bisa mengkuti kegiatan tersebut dengan baik dan lancar. Dan pada tanggal 14 Mei 2009, pada malamnya diadakan acara Malam Keakraban (perpisahan), dan pada 16 Mei 2009 dilaksanakan acara penutupan dan pembagian sertifikat kelulusan. Pada hari yang sama juga (pukul 16.00 WIB) kami meninggalkan asrama, dan secara khusus saya menuju kos adik saya sekalian menginap di sana.

 

Pada hari Minggu, 17 Mei 2009 saya sempatkan mengikuti kebaktian di GKPI Medan Kota (pukul 09.30 WIB). Dan pulang ke Tarutung sekitar 16.00 WIB (seharusnya pukul 01.00 WIB saya pulang, tapi saya ketiduran), tiba di Tarutung dengan selamat pukul 23.21 WIB.

>> Klik di sini untuk melihat Photo Album

 

—————————————————-

Catatan :

Kejadian duka itu sebenarnya bukanlah atas keinginan saya, itu terjadi adalah karena kesalahan saya sendiri yang tidak bisa menjaga barang saya dengan baik. Kalau pun saya ditinggal kekasih itu juga karena kesalahan saya sendiri yang tidak bisa membuat dirinya bahagia. Dan kegiatan prajabatan tersebut memang membosankan namun di situlah kita dilatih untuk disiplin dan taat pada peraturan, kalau tidak kita akan hanya mendapatkan kekecewaan dan penyesalan.

 

B. Marada Hutagalung

http://maradagv.multiply.com

http://maradagv.wordpress.com

http://maradahtgalung.blogspot.com

Bookmark and Share

Lagu / Koor : Cinta Suci


Lagu / Koor : Cinta Suci

Lagu / Koor : Cinta Suci Cinta Suci adalah sebuah Judul Lagu / Koor Rohani yang diciptakan/diarensemen oleh B. Marada Hutagalung, S.Th, pada tanggal 04 januari 2005.

Bagi anda yang berminat mempelajari dan menyanyikannya klik Partiturnya : Cinta Suci.

Untuk melihat lebih jelas klik : Perbesar.

Untuk mendowloadnya save as saja partitur yang sudah diperbesar.

Lagu ini juga disertai dengan Musik Midi dengan nama file Cinta Suci (B. Marada Htgalung).MID dengan kapasitas 27,3 Kb. Bisa jadi Ringtone di HP atau bisa digunakan ke alat musik Keyboard yang bisa baca musik format MIDI, klik saja :

Dowload : Cinta Suci (B. Marada Htgalung).mid.

Cara menyanyikannya : Intro : ke ayat I - ke ayat II - ke Reff. - kembali ke Intro - ke ayat II - ke Reff. - Ending.

Bookmark and Share

“Inilah Kisah Hidupku”


Inilah Kisah Hidupku


Mohon maaf kepada pembaca, tulisan ini bukanlah menceritakan tentang suatu kehebatanku, melainkan aku ingin curhat kepada saudara/i yang karena aku tidak tahu kepada siapa aku harus mengadu. Aku tahu itu bisa disampaikan kepada Tuhan, tapi apa salahnya aku bercerita kepada semua orang tentang kehidupanku.

Hidup ini memang penuh dengan tantangan, ancaman, hambatan, dan juga perlawanan. Perlu diketahui, yang harus dihadapi itu adalah masalah atau penderitaan. Tentu, hidup itu tidak akan berarti jika tidak ada masalah / penderitaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hidup itu tidak menoton terus; hidup kita akan salalu berubah-ubah atau dinamis. Suatu waktu dalam hidup kita bisa merasakan duka/sukacita atau mengalami kebahagiaan, kesedihan, dan sebagainya.

Demikian juga dengan hidupku (Buttu Marada Hutagalung, S.Th) yang terkadang mengalami duka dan sukacita.

Sebenarnya aku bersyukur terhadap keterampilan, talenta yang telah diberikan Tuhan kepadaku. Namun aku sering dan menyesal terhadap keterampilan/talenta yang telah diberikan kepadaku. Karena kebanyakan orang-orang lain memanfaatkannya demi pribadi mereka masing-masing dari pada aku sendiri yang memanfaatkannya.

Sebagai contoh, aku punya keahlian di bidang komputer (hard/software) walau tak seberapa, yang seharusnya bisa kumanfaatkan untuk mencari uang/harta dan kebahagiaan. Tapi, aku tak bisa. Aku tidak tega melihat orang minta bantuan kepadaku apalagi sampai memelas. Padahal belum tentu orang tersebut mau memberi penghargaan berupa pelepas dahaga (uang rokok) atau pun ucapan terima kasih. Aku melakukan itu bukan karena aku lebih hebat/jago dari orang lain. Tapi aku lakukakan itu karena atas perasaan hatiku sendiri.

Contoh lain, musik adalah talentaku seperti membuat lagu (apa saja), arransemen lagu, bernyanyi, mengajar koor, bermain alat musik (gitar, keyboard/piano/organ, recorder, harmonika), mengkomposisi musik dengan komputer (aplikasi musik synthizer). Tapi juga tidak bisa kumanfaatkan atau kuandalkan untuk kebahagiaan hidupku sendiri. Sebagai catatan, biasanya orang yang memiliki talenta musik akan selalu bahagia, apalagi para anak gadis akan kecantol. Ah…! Masa…? Kenapa aku tidak bisa memanfaatkanya dengan baik…?

Aku memang tidak bisa mengandalkan kemampuanku untuk membisniskannya apalagi untuk menarik perhatian para gadis. Pernah di suatu waktu aku ikut festival perlombaan cipta lagu, tapi tak menang. Tetapi lagu-laguku yang lain sudah terlebih dahulu menyebar (kebanyakan lagu Gereja/Kristen dalam bentuk koor, karena lebih mudah disebarluaskan).

Kenapa orang lain bisa, sedangkan aku tidak? Itulah yang membingungkan aku (bahkan sampai sekarang). Dalam pekerjaan (di perkantoran) memang bidang komputer aku bisa diandalkan walau tidak terus digunakan, namun di bidang musik tidak berlaku (termasuk bidang teologi).

Pada awalnya aku bercita-cita ingin menjadi seorang musikolog (musisi/musikus terkenal), ahli khusus komputer, dan juga sastrawan terkenal. Memang aku dapat, akan tetapi tidak sepenuhnya; aku memang sudah menjadi musisi tetapi masih ¼(seperempat) yang terkabul, ahli di bidang komputer tetapi (bukan IT asli) hanya membantu orang saja, menjadi sastrawan tetapi hanya untuk kalangan sendiri. Kenapa hal itu terjadi? Apakah aku kurang diperhatikan atau didukung orang tua? Sulit untuk kujelaskan.

Pada akhirnya aku harus menuruti perintah dan permintaan orang tuaku (terkhusus dari ibuku) walau dengan berat hati bahwa aku harus jadi Pendeta. Di waktu aku kuliah, selam 3 (tiga) tahun aku tidak serius belajar, aku malah mengembangkan bakat dan talentaku, sehingga banyak mata kuliahku tertinggal, dan nilai mata kuliahku anjlok, bahkan pernah mendapatkan IPK 1,5. Menyedihkan sekali…! Akhirnya aku sadar bahwa meski bukan itu cita-citaku tetapi aku harus bisa menyelesaikan perkuliahan dan menjadi pendeta karena orang tuaku sudah mau berkeringat untuk membiayai kuliahku. Sebab banyak orang tua tidak mampu menguliahkan anaknya atau tidak mau memberi kesempatan kepada anaknya untuk kuliah. Aku juga sadar bahwa keadaan perekonomian keluarga kami pada waktu itu tidak memungkinkan. Itu merupakan suatu keajaiban dari Tuhan. Maka kubulatkan tekadku untuk menjadi Pendeta yang sekaligus membahagiakan orang tuaku. Akhirnya aku bisa selesai dan wisuda walau aku harus menyelesaikannya selama 6 (enam) tahun. Namun menjadi Pendeta tetap juga gagal karena aku sudah sempat menjadi pegawai honorer daerah di salah satu instansi Pemkab Tapanuli Utara yang notabene diangkat menjadi CPNS. Dan memang benar, tetapi hal itu tidak aku ketahui bahwa aku akan diangkat menjadi CPNS daerah. Padahal aku tidak bercita-cita atau berminat menjadi PNS. Aku coba untuk melanjutkan tekadku untuk menjadi Pendeta sesuai dengan keinginan orang tuaku dulu. Orang tuaku memang setuju akan tetapi dengan syarat tidak boleh meninggalkan status CPNS. Aku juga setuju, akan tetapi keinginan itu gagal juga setelah aku mendapat informasi bahwa PNS tidak boleh menjadi Pendeta. Kendati demikian kucoba untuk tetap kembali untuk menjadi Pendeta dengan meninggalkan status CPNS yang telah kudapatkan. Namun orang tuaku malah marah kepadaku dan membuat pernyataan bahwa lebih baik aku berstatus PNS dan meninggalkan kependetaan daripada aku menjadi Pendeta dan meninggalkan status PNS. Ah…, dulu orang tuaku bercita-cita supaya aku menjadi Pendeta, tetapi telah berubah 100%…!

Yang paling kukesalkan, kenapa orang yang sudah PNS tidak boleh menjadi Pendeta, akan tetapi yang sudah menjadi Pendeta berusaha atau bisa menjadi PNS. Apa bedanya PNS yang ingin menjadi Pendeta dengan Pendeta yang ingin menjadi PNS? Kadang aku jadi iri dengan teman-temanku yang sudah menjadi Pendeta tetapi bisa menjadi PNS. Baiklah, aku akan tetap menjadi PNS dan tidak menjadi Pendeta agar pekerjaanku tidak tumpang tindih dan semwraut. Tapi bagaimana dengan orang yang sudah menjadi Pendeta yang ingin menjadi PNS? Tidak ada keseimbangan sama sekali, dan mungkin urusan Gereja dan PNS akan saling tumpang tindih. Tapi walau demikian aku tidak bisa menyalahkan gereja, mungkin itulah dulu peraturannya sehingga tidak ada lagi kesempatanku untuk menjadi Pendeta.

Aku orang yang paling tidak bisa melawan keinginan orang tua, karena aku telah dilahirkan dan dibesarkan sampai aku bisa kuliah. Aku takut orang tuaku tiba-iba stress/stroke apabila keinginan mereka kulawan dan kutolak. Demikian juga halnya dengan mencari dan memilih wanita sebagai pendamping hidupku. Mereka ingin calon isteriku memiliki pekerjaan yang berstatus PNS, tidak perduli dia itu sarjana atau tidak, cantik atau jelek, yang penting PNS.

Wah…., gawat…! Tahun depan (2010) Ayahku akan pensiun! Gimana ini? Padahal aku belum menikah dan belum mendapatkan calon isteri…! Aku sih tidak menetapkan/mempatok pekerjaan terhadap calon isteriku nantinya harus PNS, yang penting punya pekerjaan yang tetap dan jelas. Tapi bagaimana caranya…? Yang lebih buruk lagi, aku itu suka dan ingin calon isteriku yang cantik dan manis serta memiliki jiwa religius. Wah…, gimana caranya…? Mimpi kalee aku yee…? bagaimana mungkin para gadis-gadis tertarik kepadaku dan mau menjadi isteriku karena tampang dan penampilanku tidaklah menarik. Apalagi tidak pandai merayu. Khaciaaaan dech…aku…! Terkadang aku merasa iri melihat teman-temaku yang memiliki pacar/calon isteri (yang sudah beristeri) yang cantik, padahal belum tentu memiliki pekerjaan yang tetap, atau ganteng/tampan. Di manakah kelemahanku…? Ya, aku punya kelemahan, aku memang tidak mampu mendekati wanita (apalagi dia itu cantik), karena aku tahu siapa diriku jika dibandingkan dengan orang lain. Itu memang salahku yang telah hanyut dan berlarut-larut untuk menginginkan impianku harus terkabul sehingga aku tidak ingat lagi untuk mempelajari lawan jenisku dan juga tidak ingat lagi mengurus diri sendiri. Dahulu, semasa SMU sampai semester II di Perkuliahan aku memang lumayan ganteng dibandingkan aku di semester III sampai sekarang. Coba bayangkan…! Jauh beda…! Badanku kurus kering seolah tidak makan beberapa bulan, beruban lagi…! Andai ditanya orang berapa usiaku (kecuali orang sudah benar-benar mengenal aku), kemungkinan besar tidak percaya apabila kukatakan usiaku 27 (28) tahun. Kemungkinan besar mereka akan menyatakan bahwa usiaku itu diperkirakan sekitar 35 – 40 tahun. Apa boleh buat, memang itulah yang harus terjadi karena memang kesalahanku sendiri. Wajar saja para gadis / anak lain (yang belum kenal aku) memanggil aku “Tulang” (paman/om) atau “Ompung” (kakek), – bukan karena silsilah marga/adat atau keturunan. Duh…! Kapan lagi aku bisa menikah karena sebentar lagi Ayahku akan pensiun…? Apakah aku tetap melajang terus sampai lajang tua…? Sulit untuk kuketahui, aku hanya bisa berharap saja. Apa lagi keburukanku yang harus memiliki calon isteri yang cantik.

Sifatku yang lain adalah mudah sakit hati. Siapapun orangnya bila aku tidak diperdulikan, tidak dihargai dan hatiku dilukai maka aku langsung mudah sakit hati dan benci. Akan tetapi walau aku mudah sakit hati, namun aku mudah juga hilang sakit hatiku. Aku memang orang yang tidak pendendam dan tidak mau membalas sakit hati. Aku selalu berusaha untuk memaafkan orang sekali pun orang tersebut tidak mau memaafkan aku, terkadang sering kali aku yang minta maaf atau mengalah kepada orang yang menyakiti hatiku walau aku tidak melakukan kesalahan.

Walau seperti di atas telah terjadi pada diriku, tetapi aku harus bisa mensyukuri apa yang telah kudapat dan apa yang ada dalam diriku sekali pun tak bisa kugunakan dengan baik untuk membahagiakan diriku. Aku harus intropeksi diri dan harus tegar terhadap apa yang telah kualami. Kalau pun aku tidak bisa mendapatkan cita-citaku, mungkin belum waktunya atau Tuhan mungkin merencanakan yang lain untukku. Kalau pun aku tidak bisa menjadi pendeta, juga mungkin belum waktunya, atau mungkin aku harus menjadi PNS. Siapa tahu aku belum layak jadi pendeta…! Dan kalau pun gereja tidak memakai aku untuk melayani di gerejaku sendiri mungkin belum waktunya. Ya, aku akan menjadi Pendeta yang selalu melayani orang-orang dalam bentuk tingkah lakuku setiap harus, tidak harus menjadi Pendeta yang sebenarnya. Harapanku yang terakhir adalah aku ingin seperti Raja Salomo yang bercita-cita menjadi orang yang berhati bijak atau orang yang berhikmat (mohon maaf, bukan menjadi raja atau memiliki isteri yang banyak seperti Raja Salomo).

Dan aku beroda….!

“Ya Bapa yang di Sorga, Tuhan Yesus Kristus! Raja segala raja…! Aku bermohon kepada-Mu dengan penuh sujud….! Pakailah aku menjadi alat-Mu…! Jangan biarkan aku berjalan sendiri di ruang yang gelap….! Mampukanlah aku melewati jalan yang berapi dan berduri….! Mampukanlah aku berlayar di laut yang penuh badai dan berombak….! Tuhan…! Dosaku begitu banyak kepada-Mu…! Aku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Engkau hapuskan dosaku…! Aku memang tidak layak menjadi anak-Mu karena sudah begitu banyak kesalahan dan dosa yang kuperbuat…! Aku yakin Engkau akan mengabulkan impian atau cita-citaku selama ini kudambakan…, tapi Engkau tidak mengabulkannya karena banyak perbuatanku yang menyimpang dari Perintah-Mu…! Aku mohon ampun Tuhan, bahwa Engkau sebenarnya adalah tempat pengaduanku tetapi aku malah menceritakan kisah hidupku melalui internet ini…! Ya…, karena aku masih lemah…manusia biasa…yang tak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan orang lain terlebih bantuan dari-Mu…! Tuhan, mohon lindungi dan berkati kedua orang tuaku, adik-adikku, keluargaku yang lain, teman-temanku baik yang menyayangi aku atau pun tidak. Tuhan…, Engkau tahu bahwa tahun depan Ayahku yang tercinta akan pensiun padahal aku belum memiliki pendamping hidup yang jelas…! Aku hanya berharap lakukanlah mana yang terbaik menurut-Mu untukku, karena aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat lagi, karena aku sudah kehabisan rencana. Tuhan…, ingatkan aku supaya aku selalu berjalan di jalan yang benar dan baik sesuai dengan kehendak-Mu. Tuhan, aku punya permohonan terakhir dan tidak lebih…! Berilah aku hati yang bijaksana….! Terima kasih Tuhan…! Inilah doaku…! Amin…!”

Sebenarnya masih banyak kisah yang harus kuceritakan, namun aku khawatir blog/situsku ini kebanyakan hanya menceritakan kisah hidupku saja. Dan aku juga khawatir akan menjadi cerita menyakitkan saja, dan bisa jadi mengundang masalah besar, apalagi kemungkinan bisa membuat hati orang lain terluka. Saya raya cukup sampai di sini saja dulu kisah hidupku.

Sebelum menutup cerita ini, saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk saudara/i (terkhusus yang membaca kisah ini). Mohon maaf, susunan notasi lagunya belum dibuat. Ya. Setidaknya syair dari lagu tersebut bisa menghibur hati saudara/i sekalian. Berikut mari kita baca dengan penuh hikmat dan jangan lupa diamalkan! Anggaplah itu sebagai doa…!

Jalan Harapan

Hidup ini penuh dengan derita

Membuatku semakin bingung….

Apalah daya yang harus kuperbuat

Demi menelusuri harapanku….

Banyak tantangan,

Banyak hambatan,

Banyak ancaman,

Bila kumenelusuri cita-cintaku…

Oh Tuhan, mampukanlah aku…

Bila kuberjalan melewati api.

Oh Tuhan, mampukanlah aku…

Mampukanlah aku…

Bila kuberlayar melewati ombak.

Kusadar Tuhan aku tak mampu…

Kar’na ku Tuhan manusia tak sempurna.

Hanyalah Engkau Tuhan yang bisa membimbingku

Menelusuri jalan harapan….!

Tarutung,Nopember 2008

Oleh : B. Marada Hutagalung

N.B. :

Saya sangat senang dan bahagia bila para pembaca sekalian dapat memberikan saran dan kritik yang membangun terhadap kisah ini.

Sekian Dan Terima Kasih

Oleh :

B. Marada Hutagalung

http://maradagv.multiply.com

http://maradagv.wordpress.com

http://maradahtgalung.blogspot.com

marada_gv@yahoo.co.id (E-mail & YM)

Tarutung, 16 Januari 2009

Bookmark and Share

Tarutung Na Uli


“Tarutung Na Uli

TarutungNa Uli adalah salah sebuah judul lagu yang berasal dari daerah BatakToba yang diciptakan oleh Buttu Marada Hutagalung, S.Th pada tanggal 01s/d 17 April 2008 di Tarutung.

Lagu ini ditujukan untukmemperkenal kota Tarutung ke seluruh penjuru dan juga agar parantautetap ingat dengan daerahnya atau tempat tinggalnya. Secara khusus laguini diciptakan untuk menyatakan rasa kecintaan sang pencipta laguterhadap daerahnya.

Lagu ini pernah diperlombakan pada acaraFestival Lomba Cipta Lagu Batak Tahun 2008, namun lagu ini tidakberhasil mendapat prestasi. Juga sangat disayangkan ternyata perhatiandari Camat Tarutung terhadap lagu ini sangat kurang. Kendati demikian,lagu tetap dipublikasikan di dunia maya (jaringan internet).


Laguini dapat diunduh/di-download, dengan kapasitas 166 KB dalam bentukPDF. Dan pencipta lagu juga menerima saran dan kritik yang membangundari saudara/i.

Di samping itu, format musiknya juga dibuat dalam bentuk format Midi dalm dua versi, masing-masing nada dasarnya adalah D=do, dan dapat di-download. Format musik ini dapat dimainkan di segala jenis musik player, seperti Winamp, Windows Media Player, JetAudio, dll, termasuk musik player segala HP (poly phonic).

Download Teks     : Tarutung Na Uli.pdf

Download Musik  :
1. Tarutung Na Uli (versi-01).mid = 27,6 kb
2. Tarutung Na Uli (versi-02).mid = 43,5 kb

Lagu ini telah saya publikasikan di :
http://maradagv.multiply.com = klik Tarutung Na Uli dan
Tarutung Na Uli (With Music Only)
http://maradagv.wordpress.com = klik Daftar Lagu Ciptaan B. Marada Hutagalung,S.Th
http://maradahtgalung.blogspot.com = klik Tarutung Na Uli dan Tarutung Na Uli (With Music Only)

N.B. (Naporlu Botoon) :
Lagu ini dapat kita sebarluaskan dengan cara apapun dengan tidak mengubah nama pencipta lagu, karena lagu sudah dinyanyikan secara langsung ke masyarakat Tarutung. Dan lagu ini dipersembahkan kepada para saudara/i yang cinta dengan Rura Silindung Secara Umum, dan Cinta kepada Tarutung Secara Khusus.

Oleh : B. Marada Hutagalung

Bookmark and Share

Halo dunia!


Welcome to Friendster Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Bookmark and Share